Pelajar SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung mengikuti seminar yg di laksanakan TNI AD dengan Mengusung tajuk “Mewujudkan binter TNI AD yang adaptif melalui kegiatan penguatan bela negara bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat nasionalisme dan menanamkan kembali nilai nilai luhur Pancasila yang sudah mulai luntur” pengkalan Militer melangsungkan kegiatan Pelatihan Militer ke beberapa sekolah serta universitas. Beberapa nama sekolah dan universitas yang hadir pada kegiatan ini antara lain:

SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 9 Bandar Lampung , Universitas UNILA, Generasi Muda Wilayah Bandar Lampung,yang mana kegiatan ini berlokasi di Pangkalan Militer Korem 043/Garuda Hitam, Rabu, (10/11/2022).

Acara ini diikuti oleh 75 peserta yang teridiri dari 25 siswa SMA Negeri 9 Bandar Lampung, 25 siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, 6 Mahasiswa UNILA, serta 19 generasi muda wilayah kota Bandar Lampung

Kegiatan Pelatihan Militer bertujuan untuk menguatkan rasa bela negara di antara generasi muda serta menggiring muda mudi Indonesia mengikuti atau memilah milih dalam kegiatan hal yang positif, hal tersebut di sampaikan oleh Kolonel INF Risa Wilsi, S.H., M.H “yang menentukan masa depan itu kita bukan orang lain” ungkap Kolonel INF Risa Wilsi, S.H., M.H sebagai kata sambutan pembuka materi pelatihan.

Pelatihan ini mengangkat materi bahaya terorisme, radikalisme, peran pelajar sebagai APTER dan KBT, bela negara, serta membahas 5 aspek pertahanan nasional. “Setelah mengikuti sosialisasi Penguatan Bela Negara Bagi Generasi Muda, saya mendapat wawasan baru dan dapat meng-upgrade diri menjadiebih baik lagi. Arahan yang disampaikan pemateri juga membuat saya lebih berhati-hati dari segala hal yang ada disana, pun membuat saya menjadi bijak dalam suatu hal, mungkin itu dari saya,” ujar M. Ahyar Lubis salah satu anggota MPK SMA Negeri 9 Bandar Lampung setelah kegiatan berlangsung.

Selaku peserta juga menambahkan “Kegiatan Penguatan Bela Negara Bagi Generasi Muda sangat bermanfaat bagi pemuda-pemudi Indonesia. Seringkali kita temukan di hari ini, banyak pemuda-pemudi Indonesia yang terjerumus karena pergaulan yang akhirnya berdampak negatif” ucap Diana Gabriel Syaharani salah satu siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung